Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mendikbud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Disdikbud Balikpapan Sebarkan Kuisioner ke Orangtua Siswa

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai izin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bahkan mengumumkan kegiatan pembelajaran tatap muka di Balikpapan dimulai pada 12 Januari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin, membenarkan hal tersebut. "Pembelajaran akan dilaunching pada 12 Januari 2021, mulai semester genap Tahun Ajaran 2020/2021," ujarnya, belum lama ini.

Muhaimin menjelaskan, ada enam daftar periksa yang wajib diikuti dan disiapkan oleh pihak sekolah. Sesuai ketentuan Kemendikbud, kegiatan pembelajaran tatap muka juga harus disepakati tiga pihak.

Pemerintah kota melalui Disdikbud, satuan pendidikan yakni kepala sekolah dan komite sekolah dari perwakilan orangtua.

"Jadi dalam minggu ini nanti, kami akan berikan kuisioner atau angket kepada orangtua," jelasnya.

Angket atau kuisioner tersebut akan diberikan untuk memilih apakah anaknya diizinkan untuk pembelajaran tatap muka atau daring.

"Kalau masih mau daring tugasnya satuan pendidikan untuk memfasilitasi. Begitu juga sebaliknya," lanjutnya.

Sementara itu, ketiga persyaratan lain terkait protokol kesehatan juga harus disiapkan matang oleh pihak sekolah. Misalnya thermogun, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan.

"Insyaallah sekolah sudah siap. Tinggal mengatur waktu bagaimana membagi dua ada yang daring dan tatap muka," tuturnya.

Rapid Test Guru

PGRI Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota untuk melakukan rapid test bagi para guru di Kota Minyak. Mengingat, sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, kesehatan dan keselamatan menjadi syarat mutlak di masa pandemi.

Hal ini mesti dilakukan untuk mendeteksi dan memastikan guru yang akan mengajar di Kota Beriman dalam kondisi baik.

"Harapan kami rapid test itu menjadi syarat, karena untuk awal melokalisir kondisi gurunya aman," ujar Ketua PGRI Kota Balikpapan, Mukiran.

Tak lupa, ia pun meminta agar sarana dan fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan dipersiapkan secara matang. Mulai dari thermogan, hand sanitizer, tempat cuci tangan, hingga dilakukan penyemprotan disinfektan di area sekolah.

“Saya sudah sampaikan pada kepala dinas pendidikan, kita harus tetap menjaga kesehatan guru, keselamatan guru,” ucapnya.

Muhaimin menambahkan, pihaknya kesulitan untuk melakukan rapid test kepada empat ribu guru.

Untuk itu, sebelum menggelar pembelajaran tatap muka, ia mengimbau kepada guru dan tenaga pendidikan untuk melakukan karantina mandiri.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan para guru, meminimalisasi adanya kontak dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). (*)

Source:Tribunkaltim