Header Ads

Header ADS

Asyik Jualan, Muhammad Ali Dibekuk Polisi

BALIKPAPAN - Firgiawan (19) dan Ibrahim (17) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Malang karena menderita luka tikaman. Korban Firgiawan menderita tusukan di bagian dada, sedangkan Ibrahim di bagian ulu hati dan telapak tangan. Kejadian penikaman tersebut terjadi pada Kamis (5/10) dini hari di kawasan Gunung Guntur, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

 Pelaku penikaman diketahui bernama Muhammad Ali (22). Peristiwa tersebut dilatarbelakangi salah paham, hanya karena saling tatap. Kedua korban langsung ditikam oleh pelaku dengan menggunakan sebilah badik. Beruntung korban selamat dari aksi penganiayaan yang 

Kejadian tersebut bermula ketika korban dan pelaku bertemu di lokasi kejadian sekira pukul 01.00 Wita. Pelaku dan korban yang sama-sama mengendarai sepeda motor, berhenti ketika berpapasan dan terjadilah adu mulut.

“Saya nggak kenal sama mereka. Jadi, sebelumnya teman saya si Ambo ada masalah sama mereka. Saya niatnya mendamaikan, eh, malah dia natap saya kayak nantang. Saya tegur malah dia ngelawan. Saya dikeroyok, ya, saya keluarkan badik Pak,” aku Ali saat dimintai keterangan.

Pelaku yang diciduk petugas saat bekerja di salah satu toko di Pasar Klandasan pada pukul 15.00 Wita ini, mengaku tidak ada niat untuk melakukan penikaman.

“Saya nggak ada niat. Karena terdesak dikeroyok aja, Pak. Yang jelas permasalahan bukan sama saya, tapi ada teman. Memang saya yang nikam. Badik biasa saya bawa, diselipin di pinggang buat jaga diri,” ucapnya.

Petugas Jatanras Polres Balikpapan yang melakukan penangkapan kepada tersangka, juga berhasil mengamankan barang bukti sebilah badik yang digunakan untuk melakukan penganiayaan.

 “Ada salah paham. Hanya karena saling tatap terjadi penganiayaan. Pelaku dengan korban memang tidak saling mengenal,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Ipda Tri Ekwan DJ.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Tri, badik tersebut dibuat sendiri oleh pelaku untuk jaga diri. “Ini yang tidak dibenarkan. Bahwa seseorang membawa sajam untuk jaga diri, pasti ketika terdesak sajam itu akan digunakan,” tandas.

Saat ini pelaku mendekam di sel Mapolres Balikpapan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 351 ayat (2) dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.