Header Ads

Header ADS

Jatanras Polres Balikpapan Bekuk Jukir Liar

BALIKPAPAN - Sempat menjadi buronan selama enam bulan dan namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Lofi Donny alias Lutfi (38), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diringkus oleh anggota Jatanras Polres Balikpapan.

 Diketahui ayah empat anak ini terlibat aksi curanmor di halaman parkir indekos di kawasan Jalan Joko Tole I, RT 44, Kelurahan Sungai Ampal, Balikpapan Tengah, 21 April lalu. Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur ke Jakarta untuk menghindari kejaran petugas.

 Hingga akhirnya, Lutfi diciduk tim Jatanras ketika mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku tengah berada di rumahnya di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, RT 53, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Tengah, pekan lalu.

 Pelaku berhasil menggondol sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi KT 5801 ZI bersama Wahyu, pelaku yang sudah ditangkap terlebih dahulu dan kini mendekam di Rutan Kelas II-B Balikpapan.

Di hadapan petugas, Lutfi yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir (jukir) di depan rumah makan Pecel Pincuk, Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang, ini mengaku mencuri karena kesempatan.

 Ketika itu sekira pukul 02.00 Wita, dirinya bersama Wahyu asyik menenggak minuman keras tradisional cap tikus (CT). Kemudian, mereka naik sepeda motor menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Pas di depan kos itu, ada motor Scoopy diparkir nggak dikunci setang. Wahyu suruh saya ambil, ya, saya ambil. Lalu ditarik pakai tali, dibawa sampai rumahnya Wahyu,” akunya.

 Dirinya mengaku mendapat jatah hasil kejahatan tersebut hanya Rp 200 ribu. “Cuma dikasih Rp 200 ribu aja, Pak. Katanya uang rokok. Itu saya nggak tahu dia jual berapa. Saya dikasih segitu aja,” kilah pria kelahiran Balikpapan, 27 September 1979 ini.

 Berdasarkan penelusuran petugas, sepeda motor curian tersebut dijual oleh pelaku melalui situs jual beli online. “Setelah dipreteli, lalu pelaku menjual spare part di situs jual beli online,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Ipda Tri Ekwan DJ.

 Saat ini petugas masih melakukan pengembangan terkait dugaan keterlibatan pelaku dalam kasus curanmor dengan lokasi lain. “Masih kita lakukan lidik pengembangan terkait curanmor di TKP lainnya,” katanya.

 Tri meminta kepada masyarakat untuk memarkirkan sepeda motor di tempat yang dapat diawasi. “Jangan ditaruh di depan rumah, apalagi tidak dikunci. Sediakan kunci ganda dan simpan kendaraan di lokasi aman,” imbaunya. 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.