Header Ads

Header ADS

Wakapolres Balikpapan Kunjungi dan Berikan Bantuan Kepada Dicha

BALIKPAPAN - Wakapolres Balikpapan Yolanda E Sebayang mengunjungi kediaman bibi Dicha Larasati Puti di RT 17 Nomor 43 Kelurahan Gunung Sari Ilir. Dicha, Bocah yang baru berusia 6 tahun ini menderita penyakit kelainan darah Bernard Souiler Syndrome (BSS), hemofilia dan Hepatitis B yang menggerogoti tubuhnya.

Menurut Yolanda, Dicha harusnya sudah menjalani check up, tapi masih tertunda karena ibunya yang masih belum pulih. "Karena ibunya masih dirawat, jadi tidak ada yang mengantar. Akhirnya masih belum check up," terang Yolanda.

Begitu pula dengan sang ibu, kejiwaannya sempat terguncang sampai akhirnya jatuh sakit setelah mendengar ucapan dokter yang meminta agar ia mengikhlaskan buah hatinya itu. Sang bibi yang mendampingi Dicha berkata, keponakannya ini mengeluhkan kakinya yang sakit.

Saat menyambangi, Yolanda menyampaikan bantuan secara pribadi saja. Namun bukan berarti tidak ada tindakan untuk membantu si bocah. Ia sempat menawarkan bantuan dari Polres dan berharap nantinya bisa ditindaklanjuti pihak Rumah Sakit Polri.

"Kami tawarkan bantuan, mana tahu bisa ditindak lanjuti ke rumah sakit Polri. Tapi sepertinya orang tuanya tidak bersedia karena sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara tapi kata mereka tidak mampu," beber Yolanda.

Ia bersama Kasat Binmas dan Paur Kes Polres Balikpapan menawarkan agat Dicha nantinya dikunjungi secara rutin oleh dokter Polri secara langsung. Ia telah mengutarakan hal tersebut kepada pihak keluarga yakni bibinya Dicha. "Kalau keluarga oke saja, tapi saya dengar kabar, setelah dikasih kabar ke ibunya, si ibu tidak setuju," katanya.

Sang ibunda yang pernah membawa buah hatinya ke Rumah sakit Bhayangkara masih ingat saat ternyata buah hatinya tidak mampu ditangani.

"Saya terima info, katanya kalau pengobatan terbaik di Jogja. Bisa saja tidak ke Jogja, tapi dengan langsung membeli obat dari sana. Namun tetap harus ada dokter di Balikpapan yang menangani atau bertanggung jawab memberi obat itu," jelasnya.

Sebelumnya ibunda Dicha sempat mengeluhkan dokter yang memintanya mengikhlaskan buah hati yang tinggal satu-satunya itu. Pernyataan dokter tersebut sangat mengguncang wanita bernama Dini Anggraeni hingga belakangan malah jatuh sakit.

"Makanya kami tawarkan bantuan dan menanyakan apa persyaratan dokter yang diperbolehkan menangani Dicha, sehingga kami bisa bermohon ke Rumah Sakit Bhayangkara," terang Yolanda. Kendati belum ada kejelasan apakah ibunda Dicha setuju kalau buah hatinya didampingi dokter dari kepolisian, namun sementara dokter polres akan tetap mengecek kondisi Dicha jika ibundanya mengizinkan.

Yolanda mengakui, untuk menangani Dicha secara keseluruhan, memang pihaknya tidak memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, ia menawarkan agar dilakukan pengecekan oleh dokter Polres dahulu. Barulah kemudian bersurat ke Bhayangkara.

"Saat kami datang respon keluarga baik. Sangat prihatin, Dicha ini cantik anaknya. Walau bantuan saat ini hanya sebatas untuk memperpanjang usia Dicha, namun kita kan nggak pernah tahu mujizat dari Tuhan kalau mengizinkan Dicha sembuh," harapnya.

Melalui tawaran bantuan tersebut, Yolanda mengharap Polres Balikpapan bisa turut berupaya memberi bantuan. Rencananya, Senin (16/10) mendatang Yolanda bakal menanyakan ke dokter terlwbih dahulul "semoga pengecekan dari dokter polres bisa secepatnya dilakukan," tandasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.