Header Ads

Header ADS

Brimob Patroli Setiap Malam di Balikpapan, Protokol Kesehatan Tangkal Covid-19 Ditegakkan Hadapi New Normal

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan ( Pemkot Balikpapan ) yang telah mengeluarkan berbagai kebijakan relaksasi atau kelonggaran di sejumlah kegiatan, ini memang disambut baik oleh masyarakat di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Namun bukan berarti aktivitas warga kembali bebas, melainkan tetap harus menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Corona atau covid-19.

Kelonggaran yang dilakukan pada fase pertama diantaranya penutupan jalan hingga kembali digelarnya salat Jumat di Masjid dan pembukaan pusat perbelanjaan, serta kuliner.

Hal ini merupakan tahapan persiapan new normal yang tengah dilakukan Pemkot Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menyikapi hal itu tentu kesiapan dari petugas harus total mengingat akan melakukan pengawasan yang cukup intens terhadap tempat-tempat yang diberi kelonggaran itu.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK mengatakan pihaknya akan bersama-sama menegakkan slogan masyarakat aman, produktif dan ekonomi tumbuh kembali.

Pihaknya (Brimob) menyiapkan setidaknya tim patroli Brimob yang akan membantu pengawasan dilapangan seperti rumah ibadah dan pusat perbelanjaan.

“Walikota sudah mengambil kebijakan relaksasi dibeberapa tempat, sehingga kami dari aparat keamanan akan bersinergi melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan ditempat-tempat yang sudah direlaksasi,” kata John Huntal Sarjananto Sitanggang, Minggu (14/6/20).

Brimob Kaltim nantinya akan secara intensif melaksanakan pengawasan dibeberapa titik. Memang sampai saat ini masyarakat telah menerapkan protokol kesehatan utamanya dalam menerapkan penggunaan masker.

Namun pihaknya tak menampik bahwa dalam pengawasannya masih sering ditemui masyarakat yang melepas maskernya dengan berbagai alasan. Adapula beberapa tempat yang masih tutup diatas jam 10 tak sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya ini akan terus dipantau guna mencegah penularan covid-19 semakin meluas. Tentu metode pendekatan persuasif juga dilakukan agar warga bisa memahami dan menerapkannya dengan baik.

“Metode yang kami lakukan adalah secara persuasif, kami mengedepankan itu. Dan sanksinya ini masih bersifat imbauan sanksi edukasi. Keberhasilan kita ini tergantung dari masyarakat,” kata John Huntal Sarjananto Sitanggang.

“Setiap malam hari kita juga selalu mutar patroli berkeliling, target kami juga penegakkan terhadap tempat-tempat nongkrong anak muda,” imbuh John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Masih, Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan TNI dan Kepolisian Wilayah dalam membantu pengamanan di beberapa titik yang dilonggarkan itu.

“Kami selalu koordinasi, pada prinsipnya kita secara personel maupun di lapangan kita sudah siap. Tinggal nanti eksekusinya dilapangan. Tetapi kembali lagi pada kesadaran dari masyarakat yang kita harapkan,” ujar John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Nantinya para personel akan memonitor situasi keramaian di beberapa titik dan melakukan pendekatan persuasif bila masih ada yang tidak patuh terhadap imbauan tersebut.

“Personel yang kami siapkan dan kami libatkan serta sistemnya pengawasan sehingga tidak ditempatkan personel di beberapa tempat itu. Jadi kami membagi-bagi personel untuk mengawasi,” pungkas John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Berikut panduan pencegahan covid-19 dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id:

a. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan covid-19

1) Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang covid-19 di wilayahnya.

2) Pembentukan Tim Penanganan covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

3) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

4) Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

5) Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

b. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung :

1) Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit covid-19.

2) Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3) Untuk pekerja shift :

a) Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)

b) Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

6) Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat,

a) Higiene dan sanitasi lingkungan kerja

Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali).Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.
Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

b) Sarana cuci tangan

Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).
Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan
Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.
Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

c) Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d) Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.

Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat. Makan makanan dengan gizi seimbang.

Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain lain.
c. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai covid-19

1) Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi covid-19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

2) Materi edukasi yang dapat diberikan:

a) Penyebab covid-19 dan cara pencegahannya

b) Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul.

c) Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk

d) Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan

e) Metode edukasi yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja seperti di pintu masuk, area makan/kantin, area istirahat, tangga serta media audio & video yang disiarkan secara berulang. SMS/whats up blast ke semua pekerja secara berkala untuk mengingatkan.

f) Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id.

“Dengan menerapkan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi covid-19 pada tempat kerja khususnya perkantoran dan industri, dimana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” kata Menkes Terawan.

Selain itu dalam upaya membantu sesama masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 ditengah pandemi yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, S.I.K., memerintahkan jajarannya mendirikan Dapur Lapangan Brimob Kaltim guna menyalurkan bantuan sosial berupa masakan siap saji dengan harapan meringankan sedikit beban masyarakat sebagai wujud Bakti Brimob Kaltim untuk masyarakat. (hnh)
Diberdayakan oleh Blogger.