Header Ads

Header ADS

UPDATE: Bertambah 1.017, Kini Ada 39.294 Kasus Covid-19 di Indonesia



JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid 19 Achamad Yurianto menyatakan bahwa hingga saat masih terjadi penularan virus corona di masyarakat.

Hal ini menyebabkan penambahan kasus covid 19 masih terjadi. Berdasarkan data hingga Senin (15/6/2020) pukul 12.00 WIB, ada 1.017 kasus baru dalam 24 jam.

Penambahan itu menyebabkan kini ada 39.294 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Senin sore.

"Kami dapatkan kasus Covid-19 terkonfirmasi positif adalah 1.017 orang, sehingga totalnya menjadi 39.294 orang" ujar Achmad Yurianto.

Adapun, 1.017 kasus baru itu tersebar dari 23 provinsi di seluruh Indonesia.

"Ada lima provinsi yang angka laporannya cukup tinggi," ujar Yurianto.

Dia memaparkan, penambahan tertinggi ada di Jawa Timur dengan 270 kasus baru covid 19.

Kemudian diikuti DKI Jakarta dengan 142 kasus baru, Jawa Tengah dengan 116 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 101 kasus baru, dan Kalimantan Selatan dengan 66 kasus baru.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 592 pasien Covid 19 yang dianggap sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, ada 15.123 pasien yang sembuh setelah sebelumnya dinyatakan mengidap Covid-19.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam periode 14 - 15 Juni 2020, ada penambahan 64 pasien Covid-19 yang tutup usia.

"Sehingga totalnya menjadi 2.198 orang," ucap Yurianto.

Hingga saat ini kasus Covid-19 tercatat sudah ada di 34 provinsi atau semua provinsi yang ada di Indonesia. 

Secara khusus, ada 432 kabupaten/kota yang terdampak. Jumlah ini bertambah satu wilayah dibandingkan data kemarin.

Pemerintah juga mencatat ada 36.744 orang yang saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Selain itu, ada 13.649 orang yang saat ini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Adapun, pemerintah mengakui hanya melakukan pemeriksaan sebanyak 8.776 spesimen dalam sehari.

Yurianto mengakui bahwa penurunan ini disebabkan adanya hari libur yang diterapkan sejumlah laboratorium pemeriksaan.

Total saat ini sudah dilakukan pemeriksaan spesimen 523.063 spesimen dari 329,190 orang yang diambil sampelnya. Ini berarti satu orang menjalani pengambilan spesimen lebih dari dua kali.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.