Advertisement

Jelang Pembukaan Sekolah, Pemkota Balikpapan Gelar Simulasi Tatap Muka

BALIKPAPAN - Sejak Coronavirusvirus disease 2019 (Covid-19) mewabah di Balikpapan pada Maret lalu, hampir semua sekolah ditutup. Belajar-mengejar dilakukan via daring. Hal ini dilakukan untuk menghindari kluster Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Namun, belakangan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana membuka lagi alias menggelar belajar-mengejar tatap muka di sejumlah sekolah, khususnya untuk SD dan SMP, pada pertengahan Januari 2020. Ini sebagai tindak lanjut atas surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

Berdasarkan surat tersebut, syarat menggelar belajar tatap muka bukan lagi ditentukan peta warna atau zona penyebaran Covid-19. Melainkan atas seizin pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pun telah mengeluarkan kebijakan, bagi kota atau kabupaten yang sudah bisa mengendalikan pandemi Covid-19, diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka.

Untuk memenuhi syarat tersebut, Pemkot Balikpapan mulai melakukan persiapan. Salah satunya mengeluarkan kebijakan, yakni, sekolah boleh buka asalkan membatasi jam belajar serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu Pemkot juga mengharuskan setiap murid harus diantar dan dijemput orang tuanya. Hal ini untuk menghindari kerumunan saat masuk maupun pulang sekolah. Agar rencana ini berjalan mulus, pemerintah akan menyiapkan petugas khusus untuk menegakkan kebijakan tersebut di sekolah.

“Ada gugus tugas yang mengatur keluar sekolah supaya tidak berkerumun,” Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin, kepada awak media, Senin (14/12).

Dia pun memastikan semua orang tua murid telah menyetuji kebijakan tersebut. Kesepakatan ini telah dituangkan ke dalam sebuah surat pakta integritas. Orang tua murid, kata Muhaimin, telah menandatangani surat tersebut.

“Di penandatanganan pakta integritas salah satu poinnya adalah orangtua bersedia menjemput dan mengantar,” beber Muhaimin.

Agar kebijakan tersebut lebih matang, Pemkot Balikpapan bersama pihak sekolah menggelar simulasi belajar tatap muka di sejumlah SD dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Simulasi ini dilakukan secara bertahap. SMP telah lebih dulu dimulai, yakni pada 14 dan 15 Desember ini.

“Jadi yang simulasi SMP negeri ada 23 ditambah 12 SMP swasta,” sebut Muhaimin.

Sedangkan simulasi SD baru akan digelar pada Rabu (16/12) besok sampai Kamis (15/12). Total, sebut Muhaimin, ada 30 SD negeri dan 12 SD swasta yang akan melangsungkan simulasi protokol kesehatan.

“Jadi semuanya ada 77 sekolah (yang direncanakan melangsung belajar tatap muka), dari 286 sekolah negeri dan swasta di Balikpapan,” tandas Muhaimin.