Advertisement

Kasus Covid-19 Meningkat, Walikota Soroti Kafe dan Acara Pernikahan

BALIKPAPAN - Satgas covid-19 Kota Balikpapan kembali merilis kasus terkonfirmasi positif baru yang terjadi di Kota Minyak pada Senin (14/12). Sebanyak 22 kasus terkonfirmasi positif baru menambah daftar kasus positif covid-19 di Balikpapan. Selain itu juga ada 22 orang yang telah selesai masa isolasi.

Tak hanya itu, pasien meninggal dunia dalam kondisi terkonfirmasi covid-19 juga bertambah satu orang. Juru Bicara Satgas covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty menjelaskan, penambahan kasus ini terdiri dari 8 kasus yang berdasarkan gejala atau suspek, 7 kasus orang tanpa gejala (OTG) dan 6 kasus dari riwayat tracing.

“Ada satu kasus positif juga dari tracing di tempat kerja. Untuk selesai isolasi dari embarkasi ada 1 pasien, dari wisma isolasi ada 6 pasien, dan 1 pasien Balikpapan yang dirawat di RS Panglima Sebaya Grogot. Lalu 14 pasien selesai isolasi mandiri di rumah dan perusahaan,” sebut Dio, sapaannya.

Untuk kasus positif meninggal dunia, lanjutnya, adalah Bpn 4959 berjenis kelamin perempuan berusia 60 tahun. Meninggal pada 13 Desember di RSUD Beriman.R Nought naik di atas 1, Pemkot Balikpapan akan kembali terapkan pembatasan.

Wali Kota yang juga Ketua Gugus Tugas Covid Balikpapan, Rizal Effendi menambahkan, saat ini total kasus di Kota Balikpapan mencapai 4960 per 14 Desember ini. Dengan rincian 176 orang dirawat di rumah sakit, 276 isolasi mandiri, 4264 sembuh dan 244 sembuh.

Menurutnya, setelah ini, terutama jelang libur natal dan tahun baru juga karena pembelajaran tatap muka akan segera dilaksanakan awal tahun depan, pihaknya akan kembali menerapkan pembatasan.

“Karena kami menyoroti, terutama kedai kopi dan acara pernikahan. Sepekan terakhir kasus per hari juga melonjak sampai 40 hingga 50,” kata Rizal. Baru-baru ini di kecamatan Balikpapan Kota ada dua kafe yang menjadi atensi Satgas dan akan ditindak.

Angka kasus positif Covid-19 Balikpapan kembali naik di atas angka 1 persen yakni 1,26 persen. Ini termasuk tinggi, sehingga dirinya meminta masyarakat mulai kembali memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

Terkait momen natal dan tahun baru, Rizal ingin masyarakat menahan diri dan jangan sampai merugikan Kota Balikpapan. Pasalnya, bisa saja angka positif kembali naik. “Sudah kami sampaikan juga edaran untuk gereja dari Kementerian Agama,” ujarnya.

Untuk sementara tempat hiburan maupun kegiatan perayaan tahun baru juga mesti ditiadakan. Hal ini dilakukan hampir di seluruh Indonesia, sehingga ia berharap warga Kota Balikpapan bisa patuh dan turut mencegah timbulnya kluster baru. “Makanya kegiatan tahun baru tidak diizinkan, kecuali secara virtual,” ucapnya.

Sementara ini untuk ketersediaan alat rapid test diperkirakan masih dapat mengatasi kebutuhan sampai Februari mendatang. Stok alat rapid test dipastikan tidak menjadi masalah. Karena masih tersedia untuk kira-kira tiga bulan ke depan.

Untuk pelaksanaan Pilkada Kota Balikpapan, lanjut Rizal, masih dalam tahap evaluasi. Meski memang ada kenaikan kasus, belum dapat dipastikan kalau ini masuk sebagai kluster Pilkada. Apalagi sampai kini belum ditemukan petugas yang terkonfirmasi positif.

“Yang sempat positif hanya calon petugas KPPS, Linmas dan Pengawas TPS kemarin. Kalau setelah pilkada ini belum ditemukan kasus positif dari penyelenggara,” terangnya.

Adanya kenaikan kasus tiga hari belakangan juga belum bisa dipastikan sebagai kluster Pilkada. Karena menurutnya tidak ada kenaikan signifikan terutama dari sisi pelaksana. “Sampai saat ini sumbangsih kasus terbanyak masih ada pada perusahaan swasta,” pungkas Rizal.