Advertisement

Libur Natal & Tahun Baru, Mal di Balikpapan Lakukan Pembatasan Pengunjung, Utamakan Prokes Covid-19

Perayaan Natal dan tahun baru biasanya menjadi momentum para penguasa ritel di kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur untuk menorehkan untung.

Apalagi sejumlah lokasi wisata setempat juga ikut ditutup mengacu pada surat edaran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus corona (Covid-19).

MAL menjadi satu-satunya tujuan masyarakat menghabiskan waktu. Namun begitu, pihak pengelola tetap memberikan batasan-batasannya.

Juga terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan satuan tugas (Satgas). Seperti yang dilakukan manajemen e-Walk dan Pentacity Balikpapan Superblock (BSB).

"Tidak ada lagi perayaan malam tahun baru, jam operasional tidak lebih dari pukul 22.00 WITA, pembatasan kapasitas 50 persen di restoran, bioskop dan lainnya," ujar General Manager e-Walk Pentacity BSB, Yudhi Saharuddin, Jumat (25/12).

Kedua mall di kawasan ekonomi strategis ini nampak lebih ramai dibanding hari-hari biasanya setelah wabah melanda.

"Kita tetap membuka pusat perbelanjaan mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WITA. Mengikuti protokol kesehatan (prokes) atau surat edaran yang telah dikeluarkan boleh Wali Kota Balikpapan," tambahnya.

Untuk tingkat keterisian, dibandingkan dengan tahun lalu hanya sekitar 60 persen. Menurut Yudhi, jika tahun lalu mobil luar biasa parkirnya, saat ini terpantau banyak space kosong.

Dari normal pun, jumlah pengunjung masih sekitar 60 persen. "Hanya yang saya lihat warga Balikpapan mulai ada kebiasaan untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Sudah mulai sadar jika tidak terlalu penting, mereka tidak ke mall," pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Yulia Brigitta bersama keluarganya yang berjumlah 5 orang tampak menghabiskan waktu di kedua mall yang terhubung satu sama lain ini.

Perempuan cantik berusia 18 tahun tersebut mengaku dari kota Samarinda. "Lagi liburan, bosan di Samarinda jadi jalan-jalan ke Balikpapan," ujarnya.

Memilih mal di BSB, diakuinya karena lebih lengkap dan pusat perbelanjaan terbesar di Balikpapan. Luasan mall dinilai dapat lega dalam menjalankan protokol kesehatan. "Lebih nyaman untuk protokolnya, tidak terlalu rapat dengan orang lain," tandasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan terus gencar mengintensifkan razia selama masa libur natal dan tahun baru 2021.

“Razia kita tetap intensifkan. Jadi kita disamping menutup juga menjaga,” ujar Kepala Satpol PP Balikpapan, Zulkifli.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengawasi kerumunan. Utamanya di sejumlah tempat yang berpotensi ramai saat libur natal dan tahun baru.

Termasuk mengawasi pemakaian masker. “Khusus libur hari natal dan tahun baru ini, kita membentuk petugas khusus untuk menjaga lapangan,” terangnya.

Zulkifli menyebut, pihaknya telah menginventarisir wilayah-wilayah yang rawan terjadi kerumunan. Tim yang dibentuk, nantinya akan disebar ke wilayah yang sudah ditentukan. Surat tugas pun telah dikeluarkan.

Selain itu, Satpol PP juga telah berkoordinasi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil dimasing-masing wilayah. Termasuk Kapolresta dan Kodim 0905. Adapun yang menjadi perhatian yakni restoran, cafe, dan fasilitas publik. Ketiga hal tersbut dianggap berpotensi rawan kerumunan.

Zulkifli menyebut apabila usaha yang ditemukan melanggar, maka akan diberikan sanksi ditutup sementara. Adapun razia penindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Peningkatan jumlah kasus yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir dapat diminimalisir. Seperti dengan selalu mengingat kepada pengunjung agar selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Termasuk meningkatkan pengawasan terhadap penerapan kapasitas maksimal 50 persen ruangan bagi pengunjung. (*)