Advertisement

Kelabui Petugas dengan Mematikan Lampu, Pemilik dan Pengunjung Kedai Kopi Tak Luput dari Sanksi

BALIKPAPAN - Petugas gabungan Satgas Covid-19 Balikpapan Utara yang sedang melakukan patroli dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Balikpapan mendatangi sebuah kedai kopi yang ada di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Gunung Samarinda, Selasa (19/1/2021).

Kedatangan petugas ini lantaran pemilik kedai telah melewati batas jam operasional sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan tentang PPKM yakni pukul 21.00 Wita.

"Awalnya saat kami patroli melewati wilayah Gunung Samarinda, kami melihat beberapa motor terparkir di sebuah kedai kopi di seputaran Jalan DI Panjaitan, dan saat kami lakukan pengecekan ternyata pemilik kedai masih melayani pembeli," jelas Harun, Sekretaris Camat Balikpapan Utara saat memimpin patroli gabungan.

Lanjut Harun, pemilik kedai sepertinya sengaja mematikan lampu depan untuk mengelabuhi petugas. Namun berkat kejelian petugas akhirnya pun dilakukan pengecekan dan ternyata pemilik kedai masih membuka pelayanan kepada pembeli.

Dari kedai tersebut, petugas mendapati belasan pengunjung yang masih menikmati minumannya. Dan ironisnya pemilik kedai maupun pengunjung mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Selanjutnya beberapa pengunjung yang tidak memakai masker diberikan sanksi administrasi dan denda oleh petugas.

"Yang tidak memakai masker langsung kami tindak dengan tegas dengan memberikan sanksi administrasi," imbuh Harun.

Harun juga menambahkan, selain memberikan sanksi kepada pemilik kedai, pihaknya juga memperingatkan apabila masih mengulanginya lagi akan diberikan sanksi lebih tegas seperti sanksi penutupan usaha sementara.

Selain di kedai kopi tersebut, petugas juga telah memberikan sanksi administrasi kepada beberapa pelaku usaha yang ada disepanjang Jalan Soekarno Hatta mulai dari simpang Kariangau sampai dengan simpang Plaza Muara Rapak.

"Sebelumnya, ada beberapa pelaku usaha yang kami berikan sanksi karena melanggar batas jam operasional," tutup Harun.