Advertisement

PPKM Jilid II di Balikpapan Jangkau Permukiman, Atur Jam Terima Tamu

Pemerintah Kota Balikpapan resmi memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan.

Salah satu yang menjadi penekananan dalam PPKM Jilid II adalah membatasi pergerakan orang di perkampungan atau permukiman.

Melalui surat edaran yang telah diteken Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, setiap lingkungan tempat tinggal wajib memiliki Satgasnya masing-masing.

"Fungsinya untuk melakukan pengawasan dan memberi bantuan terhadap warganya apabila ada yang terpapar Covid-19," katanya, Sabtu (30/1/2021).

Selain itu, masing-masing RT atau komplek perumahan diimbau untuk menyediakan rumah khusus untuk isolasi mandiri.

"Untuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (OTG)," ucapnya.

Selain itu, setiap orang atau tamu yang masuk berkunjung dari luar, terdapat pembatasan waktu penerimaan tamu sampai dengan pukul 21.00 Wita.

Kegiatan ini bisa dilakukan dalam bentuk penjagaan portal (buka tutup) dan mengaktifkan siskamling.

"Karena ini penting untuk dibatasi, misalnya di jam-jam tertentu tidak boleh keluar rumah," ujarnya.

Satgas Covid-19 di lingkungan tempat tinggal juga diminta untuk melakukan pengawasan dan peneguran kegiatan.

Seperti misalnya pengumpulan massa atau undangan pada acara resepsi pernikahan, arisan, ulang tahun, hajatan dan sejenisnya.

"Camat atau lurah akan mengoordinasikan pembentukan dan fungsinya Satgas Covid-19 di lingkungan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, perkembangan penyebaran covid-19 cenderung dan didominasi klaster keluarga atau lingkungan permukiman, perusahaan dan perkantoran.

Sebagai upaya menjaga keseimbangan antara menjaga kesehatan dengan ekonomi masyarakat, maka Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan PPKM dengan pemberian relaksasi terbatas.